Perkembangan Materi Pendidikan Kewarganegaraan

Seperti yang kita ketahui, setiap perkembangan pasti berawal dari sebuah perubahan tahap demi tahap. Dalam segala hal itu sudah merupakan hal yang pasti akan terjadi, yang dimana setiap sesuatu yang di ciptakan untuk menyelaraskan kehidupan manusia dengan alam akan terus berubah seiring perkembangan zaman. Sama juga dengan hal perkembangan ilmu kewarganegaraan yang bertujuan untuk  menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai imu pengetahuaan dan teknologi serta seni. Hal tersebut terus di kembangakan zaman ke zaman agar hal ini tidak hanya menjadi sejarah semata dan akan terus diikuti generasi penerus dan akan tercapainya keselarasan dalan hidup berbangsa dan bernegara khususnya. Berikut ini adalah penjelasan singkat, mengena perkembangan pendidikan kewarganegaraan yang ada di Indonesia,

  1. 1. Awal 1979, materi disusun oleh Lemhannas dan Dirjen Dikti yang terdiri dari Wawasan Nusantara, Ketahanan Nasional, politik dan Strategi Nasional, Politik dan Strategi Pertahanan dan Keamanan Nasional, sistem Hankamrata. Mata kuliah ini bernama Pendidikan Kewiraan.
  2. 2. Tahun 1985, diadakan penyempurnaan oleh Lemhannas dan Dirjen Dikti, terdiri atas pengantar yang bersisikan gambaran umum tentang bahan ajar PKn dan interelasinya dengan bahan ajar mata kuliah lain, sedangkan materi lainnya tetap ada.
  3. 3. Tahun 1995, nama mata kuliah berubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan yang bahan ajarnya disusun kembali oleh Lemhannas dan Dirjen Dikti dengan materi pendahuluan, wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik strategi nasional, politik dan strategi pertahanan dan keamanan nasional, sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta.
  4. 4. Tahun 2001, materi disusun oleh Lemhannas dengan materi pengantar dengan tambahan materi demokrasi, HAM, lingkungan hidup, bela negara, wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik dan strategi nasional
  5. 5. Tahun 2002, Kep. Dirjen Dikti No. 38/Dikti/Kep/2002 materi berisi pengantar sebagai kaitan dengan MKP, demokrasi, HAM, wawasan nusantara, ketahanan nasional, politik dan strategi nasional.

Dari penjelasan di atas, sudah semestinya kita sebagai penerus bangsa harus terus mendalami ilmu yang telah di wariska para pendahulu kita yang dengan susah payah menjadikan pendidikan kewarganegaraan ini bisa kita pelajari dengan mudah sampai saat ini. Dan sudah menjadi kewajiban kita pula terus mengembangakan pendidikan yang lain agar lebih bias menjadikan kehidupan ini selaras tanpa merusak dari inti ilmu tersebut.

Daftar Pustaka

Raharjo,2009. PENGERTIAN, TUJUAN, SEJARAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN url: http://raharjo.wordpress.com/2009/11/10/276/